Ep 58 Cerita Malam Spesial Host Al Ustadz Fiqri Ruchyat

Kenangan Cerita Malam Episode 58

  • Assalamu’alaikum Habibana Mujtaba dan Tim Al Muwasholah, serta Host yang semoga Allah senantiasa merahmati semua..
    Mohon izin bertanya, Habibana 🙏🏻
    Jadi saya memiliki orang tua yang alhamdulillah keduanya faham akan ilmu agama. Senang dalam kebaikan, dan kami dididik di lingkungan yang juga baik.
    Tetapi Habib, kami merasa kedua orangtua saya itu ada masalah pada pelaksanaan sholat.
    Bapak saya, beliau mengedepankan sholat, tegas juga. Tetapi bapak dalam sholatnya masih di ikuti dengan was-was, Bapak ketika niat dan takbirotul ihrom, itu selalu mengulang² Habib.
    Padahal sebelum sholat juga selalu membaca doa dan surah An Nas, tapi tetap saja was was. Sehingga beberapa warga disini saat jamaah di mushola dan yg menjadi imam itu bapak saya, mereka kesal Habib. Bahkan ibu saya pun kesal dengan bapak yg seperti itu.
    Saya teringat agar kita mewaspadai was was dalam sholat.
    Sehingga sy juga seringkali menyampaikan ke Bapak supaya tidak meladeni/menghiraukan was-wasnya. Tapi tetap saja.
    Kemudian, ibu saya habib..
    Ibu sholatnya bagus, tetapi beliau terbiasa mengakhirkan waktu sholat, pada keadaan yg agak sibuk/lelah, mungkin kami agak maklum. Tetapi sering juga ketika luang, ibu sengaja mencari aktifitas lainnya sehingga sholatnya di akhir waktu. Ketika bapak mengajak segera sholat, ibu sering beralasan masih ini dan itu. Sehingga bapak yang ingin menjaga sholat berjamaah, jadi menunggu ibu dan ikutan sholatnya di akhir.
    Demikian bapak dan saya sering menegur ibu, tetapi ibu yang sifatnya agak keras, jadi mengomel ketika diingatkan. Kami sering berdebat soal ini, Habib. Akhirnya kami yang mengalah. Saya pun jadi takut bertengkar dan menyakiti ibu, sebab perkara ini.
    Menurut saya habib, masalah sholat pada bapak dan ibu saya ini sulit sekali Habib. Saya tak henti mendoakan kedua orangtua saya itu Habib..
    Alhamdulillah, keluarga dalam keadaan baik semua, sehat wal afiah..
    Tetapi, tetap ada khawatir sebab kondisi sholat bapak dan ibu itu menjadi berpengaruh pada rahmat Allah pada keluarga kami, pada kehidupan kami, Habib..
    Naudzubillah min dzalik..
    Habib, bapak dan ibu saya itu bagi saya adalah pintu segala kebaikan untuk kami, beliau² yang ada diatas kepala kami habib, juga doa² beliau untuk kami, adalah menjadi bekal dalam kehidupan.
    Kadangkala, ketika saya merasa kesulitan mendapat pekerjaan, dan bahkan hingga sekarang sudah berusia belum dipertemukan dengan jodoh, saya jadi mengingati apakah ini “dampak” dari sholatnya bapak dan ibu saya ya?
    Habib mohon nasihat untuk saya agar menjadi lapang hati saya menghadapi masalah ini, Habib. Dan juga mohon berkenannya Habibana mendoakan khusus untuk saya, bapak dan ibu saya agar lebih baik lagi dalam sholat.
    Demikian Habib, mohon maaf jika panjang sekali.
    Jazakumullah khayran katsiir Habibana Mujtaba Shahab, Host serta seluruh tim Al Muwasholah yang sudah berkenan membaca dan menanggapi curhatan saya.
    Semoga Allah senantiasa meneguhkan semua dalam istiqomah dan ketaatan.
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
  • Assalamualaikum Habib Ahmad Mujtaba dan seluruh kru yang bertugas, senang rasanya mengikuti radio muwasholah yang punya program tanya-jawab, banyak pertanyaan dalam diri saya yang terjawab saat mendengarkan radio muwasholah. Semoga syiar radio muwasholah tambah meluas Aamiin, & Semoga habib senantiasa diberikan kesehatan dan keluasan rizki oleh Allah SWT. Aamiin
    Habib mohon pencerahannya, habib saya merasa di masa sekolah sholat saya banyak yang rusak bib, saya sholat banyak lalai, sholat hanya sebatas gerakan tanpa yakin apakah benar syarat dan rukun sholatnya, juga seperti membaca Alfatihah di dalam hati bib, itu kan tidak sah ya habib sholatnya. Padahal tata cara sholat pernah saya dengar dari guru agama ketika Sekolah Dasar (SD) juga dari pengajian. Habib apakah sholat saya yang banyak rusak atau tidak sah itu harus diqodo? & Jika ia Seberapa banyak jumlah yang harus saya lakukan? Saya tidak tau pasti sholat saya yang mana saja yang tidak sah itu bib.
    Mohon petunjuk ya habib. Semoga Allah mengampuni saya yang lalai dalam sholat ini
    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh
  • Assalamualaikum.Wr.Wb.
    Allohumma sholli’ala sayyidina Muhammad wa ala alihi wasohbihi wasalim.
    Tuan Guru Al Ustadz Habib Ahmad Mujtaba Bin Syihab bserta keluarga & para crew MuwasholahTV yg smoga slalu dlm naungan Rohmat, Ridho & Barokah Alloh Swt.
    Sya seorang ayah 2 anak ijin bertanya, semoga permasalahan sya slma bertahun-tahun ini bisa terselesaikan & terjawab atas izin Alloh melalui Habib.
    Jadi Habib, saya adalah seorang yg sedang mengalami penyakit hati berupa Was Was.
    Sudah beberapa jenis was was saya alami, mulai dari niat sholat & berwudhu.
    Sya pernah mengalami untuk niat sholat saja sampai menghabiskan waktu setengah jam lebih, begitupun saat wudhu waktu itu dulu ketika sya lajang.
    Namun sekarang obat was was yg ingin saya mintakan fatwa dan solusi jawaban dari Habib adalah mengenai Najis Anjing, karena sudah saking lelah atau pusingnya dengan permasalahan ini saya jadi sampai tidak menjalankan sholat, tetapi disisi lain hati saya menangis Ya Habib..
    Sedikit cerita,
    Saya bkerja disbuah tmpat sbg satpam sdh belasan tahun sampai saat ini, dan dulu ditempat saya bekerja bbrapa tahun yg lalu ada beberapa kali hewan anjing dibawa ketempat saya bkerja oleh orang yayasan perusahaan anjingnya dari kepolisian dan juga di lain waktu pernah ada warga lokal membawa anjing ke pos sya, yang mana anjing-anjing itu ada yg jejak kaki nya basah sedikit berlumpur berbekas dilantai pos dan pasti ada tetesan air liurnya , juga hidung basahnya yg mencium lantai.
    Bahkan rekan kerja saya juga ada yg sempat mengusap badan kepala anjing yg dibawa itu saat kondisi kelihatan agak basah.
    Dan selanjutnya utuk jejak dan liur anjing itu ahirnya tidak sampai disucikan dgn air brcampur tanah, namun keburu di pel lantai pos nya oleh rekan kerja sambil sesekali diperas alat pel itu dan juga petugas kebersihan ditempat sya juga membersihkan memakai alat pel yg sama dari Pos sya.
    Yang buat saya semakin stres bahkan alat pel itu juga digunakan untuk membersihkan lantai musholah dan lantai gedung lain ditempati saya bekerja itu oleh petugas kebersihan yg meminjam alat pel di pos saya.
    Krna pda tahun itu bangungan-bangunan itu baru selesai dibikin.
    Kini walau alat pel itu sudah lama rusak dan diganti baru untuk masing-masing tempat, saya tetap merasa was was dan saya merasa smua lantai ditmpat ini tersebar najis.
    Ketika saya menyentuh apapun ditempat kerja saya ini, dalam keadaan basah terutama dimusim hujan sekarang ini stres itu makin menjadi-jadi.
    Saat awal-awak terjangkit was-was, sya terkadang masih berusaha bersuci dlu ditempat kerja, tpi ketika brkumpul lagi lalu bersalaman dgn rekan kerja sya, dlm kondisi mereka berkeringat atau basah stlah cuci tangan hati sya was-was , shingga sya mncuci tangan sya lgi 7 kli.
    Pun saat memakai motor dinas dari perusaah kami, sya juga menjadi was-was saat memakai motor itu dlm kondisi telapak tangan sya basah atau motornya yg basah krn motor ini kami gunakn bersama bergantian.
    Sya pun tidak berani sholat di musolah tempat kerja sya krn pasti was-was.
    Saat diajak Main kerumah rekan kerjapun saya selalu was-was saat disediakan makan dan minum, sya sering beralasan agar tidak menyantap, namun ketika ahirnya terpaksa menyantap, saat dirumah sya pasti akn bersuci utk mulut sya dan (maaf) lobang dubur juga.
    Lalu
    Saat pulang kerja pun sya tidak bisa langsung memegang anak-anak, ketika tangan sya trasa brkeringat atw anak dlm kondisi basah. Hingga sering ditegur oleh istri dan orangtua sya.
    Sya bahkan smpe mensucikan hp sya krna trsentuh tangan sy yg brkeringat atw dipinjam rekan kerja atau saat hp jatuh dilantai pos.
    Hasilnya sya jdi sering beli hp krna rusak.
    Saat hari libur kerja 2 hari, saya bersuci dgn tanah yg sya beli khusus dan sya mnjlnkan ibadah smampunya, namun saat mulai masuk kerja lgi sya jadi kembali was-was . Dan terus sperti itu hingga kini ya habib.
    Makin k sini sya trasa makin lelah, smpai ahirnya sya sudah mulai jarang sholat, bahkan smpai tidak sholat.
    Tpi hati ini sedih campur bingung campur takut.
    Adakah solusi utk sya Ya Habib, sya tdk mau seperti ini terus menerus, smntara waktu trus brjalan, saya ingin bisa nikmat ibadah kpd Alloh, ingin hadir Majelis-Majelis, Anak-anak juga butuh sosok ayah yg bisa menjadi contoh yg baik.
    Sya pernah cari diyoutube utk orang-orang yg punya penyakit seperti saya, dlm proses mncari kesembuhannya mereka diperbolehkan Memakai Madzhab Imam Malik.
    Namun sya ingin mendapat fatwa dan nasihat langsung dari Ulama yg Bersanad Ilmunya. Sya gak mau sembarangan dlm hal ini ya Habib.
    Akhir kata,
    Terimakasih banyak dan mohon maaf jika terlalu panjang pertanyaan sya ini Ya Habib ?
    Semoga Jawaban dari Alhabib menjadi Amal Jariah utk habib dan juga para crew mndapat pahala yg mnjadi wasilah sya bisa brtanya dengan Habib.
    Wassalamu’alaikum warrohmatullohi wabarokatuh.
  • Asalamualaikum habib izin bertanya, dulu sebelum corona saya selalu sholat teraweh dimasjid terdekat di rmh saya habib bersama ibu bapa saya, lalu pas corona saya jadi sholat dirmh sama org tua saya sampai skrng ini akan tetapi dihati saya, saya selalu ingin sholatnya dimasjid/musola atau sholat teraweh yg diimami oleh parah habaib walaupun jauh, dan semenjak sholat teraweh dirmh org tua saya maonya sholat terawehnya 8 rokaat habib dan 3 rokaat witir dan yg disuruh imam saya terkadang saya juga abis sholat dirmh saya sholat lagi habib dimasjid atau sholat teraweh yg lumayan jauh yg diimami oleh habaib, jika saya sholat di masjid/ musola atau teraweh yg lumayan jauh yg di imami oleh habaib Org tua saya jadi tidak sholat teraweh habib atau terkadang org tua saya sholat sendiri sendiri terawehnya. Minta solusinya habib bagaimana cara yg terbaik untuk memilih 2 pilihan ini terimakasih banyak habib

Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *