Cerita Malam

Ceritakan Apa Yang Ingin Kalian Ceritakan

Cerita Malam adalah Program dari Majelis Al Muwasholah yang berisi membacakan cerita/pertanyaan yang kamu tulis di form di bawah kepada pendengar radio untuk kami bacakan bersama Al Habib Ahmad Mujtaba dan Narasumber lainnya.

Silahkan tulis cerita/pertanyaanmu pada form di bawah ini.

LIVE Selasa 21:00 WIB on Radio & YouTube

Ayo berbagi dengan yang lain dengan menulis satu pertanyaan saja di setiap ceritamu, ya!

Form ditutup ketika 5 cerita telah terpenuhi.

Cerita Malam Episode 181

Cerita 1

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh kepada semuanya yang berkhidmat di majelis almuwasholah untuk Baginda nabi Muhammad, 

habib.. saya mahasiswi yang sedang mencari pekerjaan, saya mengambil kuliah online karna saya membutuhkan biaya untuk keluarga. pernah sekali saya melamar menjadi guru habib, tapi saya tidak tau bahwa sekolah itu Muhammadiyah, pada saat itu saya tolak langsung saat interview, walaupun saya tau Islam tidak seketat itu untuk mencari nafkah. Namun, alasan saya menolak karna saya takut diri saya ini mengambil hukum antara madzhab Syafii dan pendapat mereka seenak saya, karna saya tau kapasitas diri saya habib, saya yang masih mencoba belajar hukum2 madzhab imam Syafii pun terkadang masih saja bingung dan slalu bertanya2, bagaimana degan saya mempelajari pendapat NU dan Muhammadiyah? maka dari itu saya menolak habib, walaupun saya membutuhkan riziq itu. Ada pendapatan saya yang lain walaupun tidak menutupi semuanya, gajinya tidak menetap dan tidak sebesar mengajar di sekolah.. bagaimana tanggapan habib dengan cerita saya? 

doakan saya habib, semoga saya layak dan pantas mendapatkan kerja sesuatu hobi saya yaitu multimedia atau sebagai guru..

terimakasih ya habib, habib sehat-sehat dan jangan tinggalkan kita yang di Indonesia apalagi yang dijakarta ya habib.. kita semua membutuhkan habib sebagai pengarah jalan kita.

sekian itu saja habib pertanyaan saya, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Cerita 2

Assalamu’alaikum wr.wb

🙏

Cerita 3

Kepada Habib Ahmad Mujtaba yang kami cintai, semoga Allah membahagiakan Antum, menjauhkan dari segala kesusahan hati, dan semoga Habib dapat selalu menemani kami dalam perjalanan menuju kepada cinta Allah dan kepada cinta Rasulullah shollahu ‘alaihi wasallam. 

Saya rindu ya Habib, sudah cukup lama saya tidak di Jakarta lagi, dan tidak bisa dapat kembali hadir di majelis-majelis Antum. 

Doakan saya, ya… Saya yang jahil ini: semoga kejahilan saya tidak bertambah dan tidak pula membuat orang sekitar saya merugi.

Pada kesempatan ini, izinkan saya menanyakan perihal husnuzon. Mungkin langsung ke kasusnya saja, ya, Ustaz. Misalnya, saya tahu seorang bapak di masjid yang tidak pandai membaca Al-Qur’an sehingga jika beliau jadi imam, maka menurut apa yang saya pelajari (semoga tidak jatuh dalam kesombongan), maka saya wajib mufaraqah. Namun, kadangkala pula beliau ini menjadi imam sholat untuk Dzuhur dan Ashar di mana saat itu saya tidak dapat mendengar bacaan Qur’an beliau. Nah, dalam kondisi ini, benarkah jika saya mengambil posisi husnuzon dengan membayangkan: bahwa bisa jadi saat Dzuhur dan Ashar itu, bacaan Qur’an beliau benar atau tepat. Sehingga, pada saat Dzuhur dan Ashar itu saya tidak mufaraqah/tetap menjadi makmum. Benarkah husnuzon dalam keadaan seperti itu padahal saya tahu bacaan Qur’an beliau di Subuh, Maghrib, dan Isya tidaklah tepat?

Mohon nasihatnya juga perihal husnuzon secara umum… atau apa yang ingin Habib nasehatkan kepada saya atas apa yang saya sampaikan di pertanyaan ini, barangkali Habib menemukan kesalahan saya yang perlu diperbaiki…

(Sebagai catatan: mufaraqah saya tidak frontal, kadang saya mengulang sholat di rumah atau tetap di barisan sholat tetapi dengan niat sholat sendiri)

Demikian, ya, Habib. Saya harap bisa bertemu Habib lagi… Semoga saya tidak membuat Habib kecewa apalagi marah.

Cerita 4

Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh Habib, semoga Habib dan seluruh crew Al-Muwasholah senantiasa diliputi dengan keberkahan, kenikmatan perlindungan, dan penjagaan dari Allah. 

Izin bertanya Habib, apa yang membuat hidup seseorang itu terlihat berkah sekali. Seperti misalnya sholeh, secara parasnya indah, sehat, hidupnya produktif dan manfaat, punya pekerjaan yang mapan, punya keluasan ilmu dan kebijaksanaan, kondisi ekonominya bagus, akhlak bagus, dan lain sebagainya. Saya melihat banyak orang di sekitar saya kelihatan nya nasibnya bagus dan sangat beruntung. 

Pertanyaannya, bagaimana caranya agar saya bisa punya juga nasib yang bagus itu, apa yang harus saya usahakan, dan bagaimana kiat agar saya lebih mensyukuri hal-hal yang sudah saya punya sejauh ini

🙏🏻

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Cerita 5

Assalammualaikum warahmatullohiwabarokatuh
Bil barokah untuk Al Habib Ahmad Mutjaba Bin Shahab yang selalu mengirimkan doan untuk kami semua dalam kebaikan selalu menebarkan senyum kepada siapapun ramah selalu enak dipandang dan sekaligus memiliki sanad keilmuan yang nyambung kepada Al Habib Umar Bin Muhammad Bin Salim Bin Hafidz Ibn Syaikh Abi Bakr Ibn Salim. Semoga Habib Mutjaba selalu dalam lindungan Allah dimanapun berada dijauhkan dari orang dzalim luas rezekinya panjang umur dan bermanfaat buat umat manusia dan doa yang sama untuk selaku mc bil barokah dan kru al muwasholah yang selalu setia mendampingi sang guru habib ahmad mutjaba ibn shahab.

Hehe….
1. Mau tanya bib Baginda Nabikan suka cuka, nah cuka ini yang dimaksud cuka cairkah bib? jika pun cuka cair dahulu baginda Nabi dibarengin dengan makanan apa?
2. Bib boleh tau gak bib parfum, buhur dan makanan kesukaan Habib Mujtaba?
3. Bib untuk hajat kita doa kita baik buat diri sendiri atau orang lain baik buat yang masih hidup ataupun yang sudah meninggal baik buat guru kita orang tua kita kerabat kita bahkan orang sudah membenci kita. agar hajat maupun doa tersebut kita lupakan. maksudnya agar kita gak menunggu2 kapan ni akan dikabulkan biarkan doa tersebut membooster sendiri gitu bib sampai Allah sendiri yang akan kabulkan kasih bukti nyata langsung ataupun lewat perantara orang lian mungkin lewat guru orang tua kerabat dan lain sebagainya.

Terkahir bukan pertanyaan si bib tapi pernyataan. Mungkin perasaan ana saja atau orang lain juga merasakan. Habib Mutjaba ini kalau lihat secara langsung dipandangi diperhatikaan itu bener2 seperti orang arab gak ada lempangan orang indo. tapi kalau dilihat dari layar kaca seperti diyoutube itu khas sekali orang palembangnya bib. jadi ada perbadaan kalau dilihat dari layar kaca sama asli bib..

Kenangan Cerita Malam

Simak serta dengarkan Cerita yang sudah dibacakan untuk bisa menjadi pembelajaran