Cerita Malam

Ceritakan Apa Yang Ingin Kalian Ceritakan

Cerita Malam adalah Program dari Majelis Al Muwasholah yang berisi membacakan cerita/pertanyaan yang kamu tulis di form di bawah kepada pendengar radio untuk kami bacakan bersama Al Habib Ahmad Mujtaba dan Narasumber lainnya.

Silahkan tulis cerita/pertanyaanmu pada form di bawah ini.

LIVE Selasa 21:00 WIB on Radio & YouTube

Ayo berbagi dengan yang lain dengan menulis satu pertanyaan saja di setiap ceritamu, ya!

Form ditutup ketika 5 cerita telah terpenuhi.

Kontak Kami:
Email: support@almuwasholah.com

Cerita Malam Episode 194

Cerita 1

Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh, bismillah walhamdulillah washolatu wassalamu ala rasulillah sayyidina Muhammad ibni ‘abdillah wa’ala Alihi washohbihi waman waa lahu amma..

Semoga habibana dan seluruh tim Khidmah dilimpahkan Allah keberkahan, kesehatan dan ke’afiyantan yang tammah, rezeki yang luas dan umur yang berkah aamiin aamiin allahumma aamiiinn 

Afwan ya habibana, akhir akhir ini saya sering dengar permasalahan tentang rezeki, baik dari guru maupun ceramah para kiyai NU di YouTube, namun saya masih sangat bingung semakin di cari kayanya semakin bingung bagaimana sebenarnya rezeki itu , 
Dan yang membuat saya tambah risau itu karena keluarga saya kebanyakan PNS, lalu saya dengar salah seorang guru mengatakan bahwa orang yang punya simpenan satu tahun aja dikatakan sulit hatinya tawakkal dengan Allah, sedangkan PNS itukan gajihnya sudah bisa di tebak, jadi habib pertanyaan saya ..
1. Bagaimana sebenarnya konsep rezeki
2. Apa itu maqam rezeki tajarrud dan iktisab
3. Apakah orang PNS itu tidak bisa tawakkal karena gajihnya sudah bisa dia tebak, kalo tidak maka bagaimana caranya agar bisa tawakkal, dan bagaimana caranya kita mengkondisikan hati

Afwan habib jika pertanyaan dan cerita saya terlalu banyak dan panjang, hayyakumullah hafidzakumullah wanafa’anallahu bikum ajma’in ,, aamiin allahumma aamiiinn 
Dan sebelum menutup saya ingin mengungkapkan bahwa “uhibbukum fillah ya habib” semoga cinta ini bisa menjadikan washilah kebersamaan dengan antum dan Datuk antum nanti 

🥹

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh

Cerita 2

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Habib.

Sebelumnya kami memohon kepada Allah ï·» semoga Habib selalu berada dalam penjagaan-Nya, diberikan kesehatan, keberkahan umur, dilimpahkan keridhaan dalam setiap langkah dakwah Habib, serta semoga Allah menanamkan di hati Habib cinta dan kerinduan yang semakin dalam kepada Rasulullah ï·º.

Habib izin menyampaikan sesuatu sekaligus bertanya.

Saya merasakan dalam perjalanan belajar saya, tidak semua pelajaran yang saya dapatkan dari berbagai guru bisa masuk dengan kuat ke dalam hati saya. Kadang ada pelajaran yang terasa cepat hilang, seperti masuk telinga kanan keluar telinga kiri.

Namun berbeda ketika saya belajar bersama Habib. Ketika mendengarkan penjelasan Habib, hati saya terasa terbuka dan pemahaman terasa lebih mudah masuk. Bahkan sering kali apa yang Habib sampaikan itu membekas dalam ingatan saya.

Saking saya ingin menjaga ilmu tersebut, saya sampai mencatat hampir semua kajian Habib di banyak buku catatan. Bahkan saya membuat buku khusus yang berisi catatan kajian Habib, seperti bahasan fiqih, metodologi ilmu fiqih, dan kajian Ramadhan bersama Habib.

Yang membuat saya bertanya dalam hati adalah, mengapa saya bisa merasakan kekuatan pemahaman seperti ini ketika belajar dengan Habib, tetapi tidak selalu saya rasakan ketika belajar dengan guru yang lain?

Karena itu saya ingin memohon bimbingan dari Habib:

1. Apakah keadaan seperti ini termasuk salah satu futuh atau karunia dari Allah dalam memahami ilmu?
2. Ataukah justru ada sesuatu dalam diri saya yang perlu diperbaiki dalam adab atau niat menuntut ilmu kepada guru yang lain?
3. Apa amalan atau adab yang sebaiknya dilakukan oleh seorang penuntut ilmu agar hatinya dibukakan dan ilmunya benar-benar masuk serta bermanfaat?

Saya juga memohon doa dari Habib agar Allah memberikan futuh dalam menuntut ilmu, menjadikan ilmu yang dipelajari sebagai ilmu yang bermanfaat, dan menanamkan keikhlasan dalam hati kami.

Semoga Allah menjaga Habib, memberikan kekuatan dalam dakwah, dan melimpahkan keberkahan kepada Habib, keluarga Habib, para guru Habib, serta seluruh murid-murid Habib.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Cerita 3

Cerita 4

Assalamu’alaikum Habib, izin bertanya sekaligus curhat sedikit.

Habib, saya punya sedikit penyesalan dalam hidup saya. Dulu setelah lulus SMA saya terburu-buru mengambil keputusan untuk kuliah, karena saya berpikir setelah SMA memang jalannya harus kuliah. Tapi ternyata saya mengambil jurusan yang bukan passion saya dan bukan jalan yang benar-benar saya inginkan.

Saya hanya menjalani kuliah itu sekitar tiga bulan, lalu akhirnya saya keluar. Waktu itu saya sempat sedih sekali, bahkan sampai menangis, karena merasa seperti salah mengambil jalan hidup. Ketika melihat teman-teman lain seperti sudah menemukan arah mereka, saya justru merasa masih mencari jati diri.

Sekarang saya mencoba memulai lagi dari awal, Habib. Saya mengambil kuliah Pendidikan Agama Islam di Universitas Terbuka, walaupun belajarnya jarak jauh secara online. Saya berharap dari sini saya bisa mengejar apa yang saya cita-citakan, seperti ingin membuka tempat belajar atau privat.

Sekarang saya juga sedang berusaha mencari pekerjaan sambil tetap berjuang memperbaiki jalan hidup saya.

Yang ingin saya tanyakan, Habib:
Apakah perasaan sedih karena pernah salah mengambil jalan seperti ini termasuk hal yang wajar dalam perjalanan hidup? Dan bagaimana cara agar hati tetap kuat dan yakin bahwa jalan yang kita tempuh sekarang adalah jalan yang Allah ridhoi?

Mohon doanya juga Habib, semoga Allah memudahkan jalan saya, menjadikan saya anak yang shalihah, bisa membahagiakan dan berbakti kepada orang tua, serta diberikan kehidupan yang diridhai Allah dan dicintai Rasulullah ï·º.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Salam, Indah Fatma

Cerita 5

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Habib, saya ingin bertanya tentang adab seorang murid kepada gurunya. Bagaimana cara seorang murid menjaga hatinya kepada guru yang sangat ia hormati agar rasa itu tetap menjadi adab dan tidak melampaui batas?

Karena saya pernah berkhidmah kepada salah satu guru. Awalnya saya merasa mampu untuk dekat dan melihat keseharian beliau. Namun ternyata setelah melihat beberapa kebiasaan beliau, hati saya justru berubah—rasa hormat di hati saya berkurang, walaupun secara lisan saya masih tetap mengagungkan beliau.

Akhirnya saya merasa mungkin memang seharusnya ada jarak antara murid dan guru agar hati tetap bisa menjaga penghormatan dan kewibawaan guru juga tetap terjaga.

Yang ingin saya tanyakan, Habib: bagaimana seharusnya seorang murid menyikapi keadaan seperti ini? Apakah memang lebih baik menjaga jarak?

Dan jika memang itu yang harus dilakukan, bagaimana cara seorang murid mengungkapkan hal ini kepada gurunya dengan adab, tanpa menyakiti hati beliau, tetapi juga jujur dengan apa yang dirasakan di dalam hati?

Kenangan Cerita Malam

Simak serta dengarkan Cerita yang sudah dibacakan untuk bisa menjadi pembelajaran